• +62-21-29339229

Indeks saham pada umumnya keberadaannya lebih di ketahui masyarakat baik AS, Eropa maupun Asia, karena seringnya indeks saham tersebut muncul dalam laporan berita. Sebagian kecil kalangan trader dan mayoritas orang belum sepenuhnya memahami bagaimana indeks ini diperdagangkan. Pada umumnya anggapan yang muncul adalah indeks diperdagangkan persis seperti saham atau hanya dianggap sebagai informasi yang dapat dijadikan indikator pergerakan harga saham di suatu sektor.
Padahal kenyataannya, indeks saham berbeda dengan saham. Indeks saham tidak diperdagangkan di bursa saham (stock exchange) karena indeks bukanlah saham. Agar indeks saham dapat diperdagangkan, maka harus ada kontrak yang menentukan ukuran dan waktu penyerahan.
Kontrak tersebut kemudian diperdagangkan di bursa futures (futures markets). Sehingga indeks saham yang diperdagangkan dapat mengacu kepada sebuah kontrak penyerahan di masa depan terkait dengan sejumlah dana yang dihitung berdasarkan nilai indeks saham.
Karena berbentuk kontrak, indeks memungkinkan terjadinya perdagangan untuk tujuan spekulasi. Disamping untuk melindungi nilai saham (hedging) yang mengalami kerugian, baik dalam kondisi market naik atau turun. Indeks saham juga menutupi kelemahan trading di saham akibat sulitnya memilih saham individual berpenampilan terbaik dengan menyediakan nilai saham secara keseluruhan, baik total maupun per sektor industri. walau dalam kondisi bullish sekalipun.
Anda dapat mempertimbangkan untuk menggunakan indeks saham sebagai lahan trading karena dua faktor penting, yakni: fleksibilitas dan leverage.
Sebagai tambahan, instrumen yang terdapat di pasar futures memiliki area pergerakan harga yang baik dengan likuiditas yang tinggi. Anda dapat melakukan transaksi indeks saham futures dengan mengambil tindakan berdasarkan opini yang bebas.

Pengertian Indeks Saham

Indeks saham merupakan gabungan dari saham-saham unggulan dari berbagai sektor. Indeks saham ini merupakan patokan terhadap kinerja dari pasar modal di suatu negara. Contoh di Indonesia adalah indeks saham IHSG (indeks Harga Saham Gabungan). Indeks saham yang diperdagangkan ini adalah berupa kontrak (futures). Indeks saham atau stock indexes (STODEX) adalah harga atau nilai dari sekelompok saham yang dikumpukan berdasarkan kategori tertentu. Indeks ini merupakan indikator pergerakan harga dari seluruh saham yang diwakilinya.
Misalnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mewakili seluruh pergerakan harga saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia atau Jakarta Industrial Classification (JASICA) yang mewakili pergerakan harga dari sektor industri tertentu.
Setiap negara biasanya memiliki kriteria dan cara tersendiri untuk memilih dan memperdagangkan Indeks saham.
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, karena Indeks saham merupakan indikator saham saja yang tidak memiliki aset, maka untuk dapat diperdagangkan sebagai instrumen investasi, indeks saham harus berbentuk kontrak yang memiliki kriteria tertentu, seperti satuan unit (lot), nilai kontrak dan jangka waktu penyerahan. Karena kriteria tersebut-lah, maka indeks saham diperdagangkan di futures market atau bursa berjangka di Indonesia.
Trading index saham berjangka memiliki arti memperdagangkan (memperjualbelikan) indeks saham berjangka yang sesuai dengan kriteria diatas.

Jenis Indeks Saham

Terdapat banyak sekali jenis indeks yang diperdagangkan di dunia, karena pada umumnya hampir seluruh negara memiliki indeks sahamnya sendiri. Bahkan beberapa negara memiliki lebih dari satu indeks, seperti halnya Amerika Serikat yang memiliki Dow Jones, NASDAQ, dan S&P 500 atau Jepang yang memiliki Nikkei dan Topix index.
Di bawah ini adalah indeks saham yang paling populer di Asia dan di perdagangkan di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ);


1. Indeks Saham Hongkong

Indeks Saham Hongkong adalah indeks saham yang dihitung berdasarkan kapitalisasi pasar saham di Hong Kong yang pertama kali diluncurkan pada tanggal 24 Nopember 1969. Pada awalnya digunakan untuk memonitor dan mencatat perubahan harian saham berkapital besar.

Indeks Saham Hongkong mengalami perkembangan yang sangat pesat. Indeks di bursa saham Hongkong ini adalah harga rata-rata dari berbagai sektor industri yang berasal dari pasar saham Hongkong. Indeks saham Hongkong sangat terkenal dengan pergerakan harganya yang cepat dan memiliki respon yang tinggi terhadap rumor-rumor pasar yang sedang terjadi. Idiom ‘market moves by rumour’ sangat cocok dilekatkan pada indeks saham Hong Kong. Indeks Saham Hongkong terdiri dari 45 perusahaan yang mewakili 67% dari total kapital yang diperdagangkan di bursa saham Hong Kong.

2. Indeks Saham Jepang

Indeks Saham Jepang merupakan indeks saham yang ada di bursa saham Tokyo (Tokyo Stock Exchange /TSE). Pergerakan indeks ini sudah dipublikasikan oleh surat kabar Nihon Keizai sejak tahun 1971 dan merupakan satu dari sebagian kecil faktor yang menggerakkan mata uang Yen Jepang.

Indeks Saham Jepang adalah harga rata-rata dari saham utama yang tercatat pada bursa utama Tokyo Stock Exchange. Para investor meyakini indeks saham Jepang merupakan indikator yang paling baik untuk menunjukkan pergerakan harga saham di Tokyo Stock Exchange.

Saat ini, Indeks Saham Jepang telah berperan sebagai indeks saham yang paling aktif dan diminati oleh pelaku pasar internasional. Mirip dengan indeks Dow Jones di AS dan telah dicatat di bursa-bursa utama dunia seperti Singapore Exchange, Osaka Securities Exchange dan Chicago Mercantile Exchange.

3. Indeks Saham Korea

Indeks Saham Korea merupakan indeks saham gabungan seluruh perusahaan yang tercatat di bursa Korea Selatan. Sesuai namanya, Indeks Saham Korea terdiri dari 200 perusahaan terbesar. Sebagaimana halnya indeks saham negara lain, Negara-negara ‘emerging market’ dikenal dengan pertumbuhannya yang tinggi karena potensi kinerjanya masih bisa tumbuh besar.

Indeks Saham Korea ini merupakan salah satu indeks saham teraktif yang diperdagangkan di Asia. Meski demikian, karakter pergerakannya lebih condong mirip dengan Indeks Saham Hong Kong. Hal ini mungkin disebabkan adanya kesamaan metode perhitungan indeks yang menggunakan bobot kapitalisasi pasar.

Keunggulan indeks saham

Trading dengan indeks saham memiliki banyak manfaat dan keunggulan yang tidak dapat disediakan oleh saham dan beberapa di antaranya juga tidak dapat disediakan oleh instrumen lain. Keunggulan penting yang perlu Anda ketahui adalah:

1. Kinerja
Indeks utama dunia merupakan instrumen yang memiliki kinerja terbaik, bahkan 97% melebihi kinerja investasi seluruh reksa dana aktif selama 45 tahun terakhir. Trading indeks saham tidak memerlukan dana penuh, hanya memerlukan sebagian kecil dana dari nilai kontraknya. Jadi, ketika Anda berhasil, tingkat ROI yang dihasilkan pun sangat besar.

2. Diversifikasi
Setiap indeks saham bergerak mewakili saham-saham yang ada didalamnya secara menyeluruh. Indeks merupakan tempat yang ideal untuk melakukan diversifikasi portfolio. Sebagai contoh, Anda telah membeli saham Bank of America. Kemudian perusahaan tersebut melaporkan kerugian besar yang membuat harga sahamnya anjlok drastis. Jika Anda melakukan diversifikasi melalui indeks S&P 500, efek tersebut tidak akan terlalu signifikan karena masih tersisa 499 saham perusahaan lain yang mendukung harga indeks. Apabila terjadi sesuatu pada indeks saham, Anda tidak akan menghadapi persoalan likuiditas. Sehingga dapat dilakukan sesegera mungkin tanpa antrian.

3. Short selling (spekulasi dan hedging)
Indeks saham biasanya turut menguat dalam keadaan bullish dan melemah dalam keadaan bearish. Indeks memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh saham pada saat harga mengalami penurunan, Saham memiliki kecenderungan untuk turun atau koreksi tajam. Bahkan kadang terjadi lebih cepat dibandingkan penguatannya, namun Anda tidak bisa melakukan apa-apa kecuali menunggu harga kembali naik.

Berbeda dengan pasar saham, Anda dapat menjual indeks saham semudah ketika membelinya. Tidak ada peraturan yang membatasi dalam kondisi bagaimana Anda dapat menjual. Pada waktu dan kondisi apapun dalam sesi perdagangan, Anda dapat melakukan penjualan.
Kenaikan dan penurunan saham secara umum biasanya akan menghasilkan pergerakan yang sama bagi indeksnya. Sehingga Anda dapat melakukan semacam partial hedging untuk melindungi kerugian portfolio Anda akibat penurunan harga saham.

4. Leverage
Indeks saham biasanya diperdagangkan menggunakan leverage sekitar 7 % hingga 10% dari nilai kontraknya. Penggunaan leverage ini memungkinkan seseorang untuk meningkatkan rasio potensi resiko dan keuntungannya berkali lipat dibandingkan tanpa leverage.
Sebagai contoh, jika Anda trading Indeks Saham Hongkong dan membeli sebanyak 1 lot di harga 20.000 (20.000 x USD 5 = $ 100.000), Anda hanya membutuhkan dana sekecil $500 untuk memulai perdagangan. Dalam contoh ini, Anda melakukan leveraging sebesar 200 kali, dan jika berhasil tentunya secara signifikan akan meningkatkan ROI Anda.

5. Trading Online
Indeks saham dapat diperdagangkan secara online dengan menggunakan program trading yang terhubung ke internet. Setelah membuka rekening pada PT Esandar Arthamas Berjangka, Anda dapat melaksanakan trading indeks saham di mana saja Anda berada, selama terhubung dengan koneksi internet.

Gambar Harga indeks futures dan rollover Nikkei, Hang Seng dan Kospi

Gambar memperlihatkan harga indeks saham Jepang, Korea dan Hongkong secara online pada platform trading Harvest Trader. Transaksi yang Anda lakukan melalui online dapat terjadi secara instan dengan hanya double-klik pada salah satu harga indeks saham dan memilih posisi yang Anda mau. Profit atau loss Anda juga akan dapat Anda monitor secara langsung setelah posisi terambil.

Cara Transaksi Indeks Saham

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, indeks saham diperdagangkan dalam bentuk kontrak dan memiliki jangka waktu. Kontrak indeks saham pada periode tertentu tidak lagi dapat diperdagangkan pada periode selanjutnya.

Masa Kadaluarsa kontrak berbeda-beda bagi masing-masing indeks, namun secara umum jangka waktunya dimulai dari 1 hingga 3 bulan. Nilai kontrak juga berbeda, sesuai harga indeks saham masing-masing.

Untuk menemukan Contract Size tersebut, dapat melihat table dibawah ini.

Indeks saham Contract Size (IDR) Contract Size (USD)
Indeks Saham Jepang Futures Rp 30.000 $5
Indeks Saham Jepang Rollover Rp 50.000 $5
Indeks Saham Hongkong Futures Rp 50.000 $5
Indeks Saham Hongkong Rollover Rp 50.000 $5
Indeks Saham Korea Futures Rp 35.000 $5

 

Posisi indeks saham dikatakan tertutup ketika posisi yang ada telah dilikuidasi. Bentuk posisi likuidasi yang harus diingat selalu berlawanan dengan posisi membuka, misalnya jika Anda sebelumnya membeli (buy), maka posisi untuk likuidasi adalah menjual (sell). Atau sebaliknya, jika Anda menjual (sell) indeks, maka penutupan posisi adalah membeli (buy).

Posisi pertama atau masuk posisi dapat berbentuk buy atau sell, tidak ada keharusan untuk membeli terlebih dahulu baru kemudian menjual. Anda dapat menjual indeks future terlebih dahulu, baru kemudian membelinya tanpa aturan pelik.

Perdagangan indeks saham dilakukan melalui program online. Lebih mutakhir dibandingkan masa sebelumnya, ketika media penempatan order masih menggunakan telepon.

Karakteristik Trading Indeks Saham

Jika Anda berkeinginan untuk mempertahankan posisi lebih dari batas waktu kontrak, maka Anda dapat melakukan 2 alternatif tindakan:
- Menutup posisi sebelum akhir kontrak.

- Membiarkan posisi Anda untuk dilikuidasi pada harga settlement kontrak oleh pihak broker.

Waktu perdagangan indeks saham

Karena indeks saham diperdagangkan di bursa negara masing-masing, maka jam perdagangan disesuaikan dengan jam kerja lokal yang berlaku pada negara tersebut. Perbedaan jam perdagangan antar indeks saham pun cukup jauh. Misalnya Indeks saham Jepang diperdagangkan pagi hari, sementara Dow Jones diperdagangkan pada malam harinya. Tabel dibawah ini menunjukkan perbedaan jam perdagangan pada setiap indeks saham.

Jam perdagangan indeks utama Asia

Indeks Saham Waktu perdagangan (GMT +7) Senin ke Jumat
Indeks Saham Jepang 06.45-13.25 (Sesi 1)
  14.15-01.00 (Sesi 2)
Indeks Saham Hong Kong 08.15-11.00 (Sesi 1)
  12.30-15.15 (Sesi 2)
Indeks Saham Korea 07.00-13.05

 

Simbol dan jangka durasi kontrak

Jangka waktu kontrak dalam simbol indeks saham memberikan identifikasi bulan berapa kontrak tersebut akan berakhir dan posisi yang harus diselesaikan. Bulan berakhirnya kontrak juga sering disebut sebagai masa penyerahan (delivery).

Leverage dan Margin

Transaksi indeks saham (Stodex) futures juga menggunakan sistem leverage dan margin, sama seperti forex. Namun dengan nilai kontrak yang berbeda-beda, seperti yang sudah dibahas sebelumnya.
Leverage dapat diterjemahkan sebagai penggunaan dana pinjaman untuk melakukan transaksi. Secara praktis, leverage tidak lain adalah penggunaan skala antara nilai kontrak dan modal yang diperlukan . Jika nilai kontraknya Rp.100 juta dan Anda hanya perlu menyetorkan dana sebesar Rp. 1 juta, maka leveragenya adalah 100:1.
Penggunaan modal dengan skala lebih kecil dibandingkan nilai riil-nya inilah yang disebut dengan leverage. Sedangkan modal yang dijaminkan untuk setiap transaksi disebut dengan margin.

Menghitung keuntungan dan kerugian

Beberapa harga indeks saham menggunakan desimal, dan memiliki nilai per-tick (poin) yang berbeda satu sama lain.

Indeks Saham Minimum fluktuasi
Indeks Saham Jepang 5
Indeks Saham Hongkong 1
Indeks Saham Korea 0.05

 

Untuk memulai perhitungan keuntungan dan kerugian dalam perdagangan indeks saham mudah dilakukan setelah mengetahui poin-poin penting diatas. Sebagai contoh, Anda ingin menjual indeks saham Hong Kong.

Anggap saja harga Indeks Saham Hong Kong berada di harga 19.000/05 dan Anda berhasil menjual di harga tersebut (19.000).

Kemudian, katakanlah Anda sudah memperkirakan bahwa Indeks saham Hong Kong akan mengalami penurunan lanjutan. Oleh karena itu, Anda menjual Indeks (membuka posisi) satu unit (lot) dan menunggu harganya mengalami penurunan.

Pada keesokan harinya, Indeks saham mengalami penurunan seperti yang diharapkan. Anda berhasil menutup posisi (membeli Indeks) di harga 18.200.

Maka;

Gross Profit / Loss     = ((Harga Jual – Harga Beli) x lot x Contract Size)

Gross Profit = (19000 – 18200) x 1 x Rp 50.000,-

Gross Profit = (800) x 1 x Rp 50.000,-

Gross Profit = Rp 40.000.000,-

Sebaliknya, jika ternyata Indeks saham Hong Kong tidak bergerak seperti harapan Anda, dan harga naik dari 19.000 menjadi 19.100, maka;

Gross Profit / Loss     = ((Harga Jual – Harga Beli) x lot x Contract Size)

Gross Loss     = (19000 – 19100) x 1 x Rp 50.000,-

Gross Loss     = (-100) x 1 x Rp 50.000,-

Gross Loss     = – Rp 5.000.000,-

 

Review

Keuntungan transaksi indeks saham :

  1. Peluang dua arah yaitu beli atau jual
  2. Tidak ada biaya overnight (bunga) untuk kontrak Futures
  3. Modal yang diperlukan relatif lebih kecil dibandingkan nilai transaksi yang sebenarnya.
  4. Likuiditas tinggi

Keunggulan transaksi dengan kami :

  • Fasilitas trading dengan online melalui Harvest Trader
  • Real time Price sesuai dengan harga terbaik.
  • Didukung divisi Riset dan Analis yang siap memberikan analisa pasar
  • Tim Edukasi siap memberikan bantuan untuk membuat Nasabah semakin percaya diri
  • Keamanan dana dan kerahasiaan data pribadi terjamin
  • Modal Investasi yang lebih kecil.
  • Kemampuan untuk melakukan Jual terlebih dahulu (Short Sell)
  • Likuiditas yang tinggi, dengan kecepatan pelaksanaan transaksi dalam hitungan detik.
  • Dapat dijadikan sebagai sarana diversifikasi portfolio dan sarana lindung nilai.
  • Volatilitas lebih rendah dan pergerakan harga lebih stabil dibandingkan saham.
  • Perdagangan indeks saham memiliki banyak manfaat dan keunggulan, diantaranya merupakan instrumen finansial yang memiliki kinerja terbaik, alat diversifikasi dan hedging ideal.

Come and join with us right now, Your future start today.

Harvest your future with us

CONTACT INFORMATION

  • APL Tower 36th Floor
    Jl Letjen S Parman Kav 28
    Central Park, West Jakarta 11470, Indonesia
  • +62-21-29339229

 


Top